Di Tinggal

November 1st, 2008 by erisanthi

Dulu..

Aku Sempat Khawatir ditinggal oleh seseorang yang amat ku cinta.

Aku tau saat nya akan tiba dimana aku hanya akan terpaku disudut dan melihat nya bahagia.

Dulu..

Aku menangis setiap malam hanya untuk mengetahui bahwa apa yang kulakukan tidak salah,

Tapi setiap aku habis menangis lagi-lagi aku mengetahui bahwa INI SALAH!

Tapi aku selalu tak kuasa untuk menahannya.

Aku mencintainya bukan menyukainya.

Dulu..

Aku hanya bisa menahan rasa cinta ini dan mengatakannya perlahan melalui semua perhatianku padanya.

Aku hanya bisa melihatnya dari jauh mengenai cintanya.

Tapi Sekarang..

ketika akhirnya aku benar ditinggalkan, aku disudutkan disini.

Sudah tidak ada lagi tersisa kenangan dimasa lalu dalam dirinya.

Disini hanya aku yang disalahkan dari semua.

Dan sekarang..

Aku bisa melangkah dengan bebas.

Aku melihat seseorang yang mencintaiku

Dan aku mencintainya juga..

Sekarang aku menaruh harap padanya

Tidak seindah cinta yang lalu, tapi setidaknya aku bisa bergantung padanya..

Aku berharap dia memahami nya…

Aku berharap dia mau berjuang

Duh… Tulisanku kok kaya gini sehhhhhhhhhhhhh

Ga mutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Tp Whatever lahhh..

dah lama ga nulis lagi
:D

NII

June 4th, 2008 by erisanthi

Kalau saya harus mengingat kembali kala itu

Saat saya ditawari untuk belajar "mengaji", rasanya jadi begidik ngeri sendiri dan lantas berucap "alhamdulillah, ga jadi ikut ngaji.."

Dulu kala,

Saat saya masih baru saja menyelesaikan studi SMA dan dalam masa peralihan ke Universitas, saya putuskan untuk mengisi waktu senggang yang ada untuk kursus dan membentuk suatu kepengurusan REMAJA MASJID di seputaran rumah.

Waktu itu, alhamdulillah kepengurusan yang kami bentuk bisa berakhir sukses dan solid saat mengadakan Pesantren kilat untuk pertama kalinya di Komplek (disamping ada berkah lain, banyak yg ketemu jodo di acara tsb loh bo) :D

Beberapa hari setelah acara selesai, Entah ada angin laut atau angin mamiri,

Tiba tiba ada kakak tingkat semasa SMP dtg menjenguk ke rumah dan dgn alasa "silaturahmi" minta diijinkan masuk ke rumah untuk sekedar "berbincang"

Awalnya si dia memulai dengan membicarakan seputar Pesantren kilat yang sdh dilakukan.

Perbincangan sangat manis bagiku (waktu itu)

Karena semua mengalir begitu saja tanpa kusadari bahwa pembicaraan sudah mengarah pada inti dari persoalan yaitu "bait bait AlQuran"…

Dan saya sungguh sangat terpesona (waktu itu) akan (seolah) daya hapalnya seorang senior di depan saya itu!

betapa dia bisa menyebutkan setiap ayat2 dlm Alquran (yg waktu itu dipilihnya) secara fasih,sih, sih….

Dan saya terpana (Waktu itu)!

Kemudian dgn mudahnya saya manut saya sewaktu diajak mengikuti pengajian yang diikutinya hanya agar hapal Al Quran dgn mudah.

Dan Hari Perjanjian itu pun di buat

Jam 9 hari sabtu, dia janji akan menghubungi saya untuk memastikan apakah esoknya bisa ikut pengajiannya.

Sbenarnya saya bermaksud untuk mengiyakan ajakannya,

tapi jauh sebelum saya iya kan, ibu saya tiba tiba saja melakukan kebiasaannya pada anak2 (NGOMEL2!!)

Dan ketika mendengar omelan sang ibu, serta merta senior saya langsung mengakhiri percakapan via telp tersebut dan tidk menghubungi lagi!

Saya bingung (waktu itu)

Karena bagi saya (waktu itu) berarti kehilangan cara untuk mengenal Al Quraan Lebih dalam.

Tapi itu tidak saya gubris terlalu lama krn sdh teralihkan oleh seabreg tugas yang diberikan oleh Ibu.

Hingga saat saya mendaftar di akademi gizi,

entah kenapa seorang ikhwan (yang saya taksir :D), senior SMA saya mau saja mengantar saya ke Blok M setelah saya menyelesaikan ujian di AKademi Gizi di Mayestik.

Senang sekali rasanya waktu itu bisa berduaan dgn senior itu (astaghfirullah) hingga mengalirlah cerita tentang senior SMP saya yang saya ceritakan tadi.

Entah kenapa dia menjadi concern sekali dan mengatakan "HAti hati, krn ada banyak komunitas yang mengatasnamakan Alquraan untuk menjerumuskan umat islam itu sendiri. Bisa jadi itu adalah umat NII"

dan kemudian dia bercerita ttg tata cara "perekrutan" anggota NII yang menyeramkan!!

Saya bengong,

Tapi kemudian bersyukur alhamdulillah

Ternyata ada hikmahnya memiliki seorang ibu yang melulu NGOMEL2 !! :D

Hsien Feng

May 28th, 2008 by erisanthi

Ahh.. akhirnya kebeli juga itu novel Empress Orchid!
Rasanya sudah sebulan lebih ngidam novel itu tapi baru kebeli sekarang

Novel yang menarik menurut gue
Karena novel tersebut benar benar mengajarkan emansipasi wanita yang BENAR
Diajarkan cara membantu pemimpin dengan benar
Anggrek, sang pemeran utama memainkan perannya dengan baik sebagai ibu sekaligus istri dari Kaisar Feng, walaupun beliau hanyalah seorang selir yang dianggap sebelah mata, pun bukan merupakan selir utama, melainkan selir ke 5!

Betapa perjuangannya yang sebelumnya hanya agar bisa bertahan di istana dan diingat oleh sang kaisar begitu membuahkan hasil dengan trik2 sehat yang dipilihnya
Namun ketika perannya berubah dan dia sadar bahwa kerajaan suaminya sedang menuju kehancuran, hati kecilnya berontak
Seketika itu pula, seorang Anggrek dari perkampungan menjadi seorang Anggrek yang jenius, bergairah, dinamis dalam memulihkan kembali perekonomian negerinya, sekaligus bisa menundukkan pandangan dari segala cobaan disekelilingnya
Termasuk godaan ketertarikan hati terhadap lawan jenis selain suaminya.

Sungguh suatu hasil yang gemilang dan sekaligus diremehkan oleh semua golongan saat itu ketika beliau beserta ibu suri permaisuri (istri kaisar) diragukan kemampuannya untuk mengembalikan roda pemerintahan menjadi lebih baik bahkan bertahan hingga 2000 tahun lama nya dgn menerapkan pola yang keluar dari imaji nya yang jenius.

Ini suatu novel, drama dan kisah sejarah yang unik dan menarik untuk di baca
Dan saya harap ada seseorang yang bermaksud untuk menjadikan nya sebuah film layer lebar

Duh.. rasanya udah ga tahan mau baca buku sekuelnya .. “THE LAST EMPRESS”

Kesucian CInta

May 18th, 2008 by erisanthi

Y Allah…

Di hati ini tertanam cinta

cinta yang dalam pada makhluk Mu

Di hati ini tertoreh asa

Asa yang panjang pada makhluk Mu

Tapi aku hanya bisa merasakan sendiri, Ya Allah..

Aku tak kuasa mengungkapnya lagi

Aku tidak merasa pantas untuk mengungkapnya

Allah,

Apakah berarti aku menyekutukanMu ketika ku berdzikir padaMu yang teringat wajahnya,

ketika ku merindukan untuk bertemu dengan Mu sedalam itu pula ku merindukan sosoknya untuk ke rengkuh?

Allah,

Jika aku mencintainya,

maka aku ingin tetap menjaga kesuciannya

Aku ingin cinta ini suci tanpa noda kenafsuan belaaka

Allah,

berikanlah kekuatan untuk menyebut nama Mu ketika ku sangat merindukan menyebut namanya di bibir ku…

Lindungilah dia yang kucinta dalam jalan Mu

Berkahilah jalan nya,

Mudahkanlah urusannya,

Lapangkanlah dada nya

Dan terakhir

Doa ku adalah agar

Lindungi Jodohku agar tetap dalam lindunganMu

lapangkan rezekinya,

berkahi jalan nya

Agar selalu istiqamah dalam jalan Mu

Amin…

Semua Indah pada waktunya

December 10th, 2007 by erisanthi

Lewat Sudah.. 3 Hari tuk slamanya..

Memang seringkali kita dapati kehidupan tdk berjalan seperti apa yang kita mau

Seringkali harap hanya tinggal asa

Sesungguhnya kita tahu bahwa harap hanya bisa digantungkan pada Nya

Tapi seringkali kita tidak mempedulikannya

Dan lagi-lagi berharap, bahwa harapan kita akan terkabul walau tanpa berdoa padaNya dalam artian; kita lupa bahwa smua sudah di atur dan kita hanya terlena

Memang smua asa, cita, cinta tdk selamanya untuk kita.. kdang meleset,

Sebenarnya semua itu tergantung kehendak Yang Kuasa untuk memilah mana yang terbaik untuk kita

Ketika semua runtuh dan dunia serasa kiamat,

Seolah tidak ada lagi kata “Mohon” pada Nya yang ada hanya kata : “KENAPA?”

Padahal, semua itu adalah kehendakNya, dan kadang DIa menggariskan seperti itu tanpa alasan apa pun, hanya YANG TERBAIK.

Kita memang tidak boleh mnyerah dan harus terus berusaha, tapi

HIdup itu kadang tidak harus berlari, membutuhkan perhentian

Untuk sejenak menghela nafas panjang

Dan kemudian berlari kembali J

Selamat untuk Kangmas ku atas pernikahannya..

Semua yang terjadi di masa lalu adalah siluet hanya sedikit khilaf sebagai cerminan menuju kemenangan dimasa depan..

Semoga semua berjalan lancar dan menjadi keluarga yang mawadah, sakinah warahmah..

Smua indah pada waktunya ..

Berkah Ramadhan

October 18th, 2007 by erisanthi

Sebulan kemarin aku berpuasa..

Entah kenapa, Ramadhan kali ini terasa sangat berat kujalani.

Bukan dalam artian, malas menjalaninya.

melainkan berat karena banyak masalah yang harus kuselesaikan SENDIRI.

Berat bagiku menyelesaikan sendiri karena biasanya ada seseorang yang kuhormati dan kusayangi yang selalu menemaniku dengan menghiburku dan menuntunku menemukan jalan keluar terbaik.

Tapi aku berusaha menjalani nya.

Karena Suatu saat pun aku harus berjalan sendiri!

AKu mulai menikmati hidup ku sendiri

Aku mulai membangung kembali relationship management yang dulu sudah kutinggalkan karena terpaku pada seseorang.

AKu mulai membangun kembali rasa percaya diriku yang hilang

Dan…

Jika setelah Ramadhan ini aku merasa bisa menikmati semua dengan penuh kebaikan dan manfaat..

Aku merasakan kepuasan itu,

Karena aku mendptkan hasil dari usaha ku sendiri

AKu akui aku dulu terjatuh dan terjerembab,

Tapi aku bisa bangkit

Semua karena hidayah Nya yang dikirimkan melalui keluarga dan teman2 baikku.

Aku sekarang bisa melupakan semua dengki di hati

Dan..

Jika sekarang ada "lembaran baru" dalam hidupku,

Aku merasakan harus lebih banyak bersyukur dan tidak melupakanNya

Terima Kasih "lembaran baru"

Semenjak ada dirimu, ku mampu melupakannya…. :)

ANAK DURHAKA

September 12th, 2007 by erisanthi

Kita sering diinfokan mengenai seorang “Anak Durhaka”

Lalu apakah definisi sebenarnya dari DURHAKA itu sebenarnya?

Ada

berbagai versi yang menyebabkan seorang ANAK menjadi DURHAKA pada ORANG TUA Nya, tapi semuanya berujung kepada : Seorang anak yang membangkang dari kasih sayang orang tua, seorang anak yang seenaknya membentak orang tua.

Tapi sebenarnya hal itu terjadi bukan hanya karena dari dalam diri anak tersebut sudah ada bibit-bibit membangkang seperti itu

Durhaka bisa juga terjadi dari factor lingkungan (keluarga dan tetangga atau teman)

Lalu bagaimana jika seorang anak yang sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi tetap dianggap kurang, lalu sang anak merasa tidak Berjaya (minder) lalu menutup diri dan berusaha menyelesaikan semuanya sendiri.

Ada

kategori dimana seorang anak menjadi bertambah nakal karena dukungan justru dari orangtuanya yang selalu menyudutkan setiap tindakan sang anak.

Ketahuilah, bahwa sindiran “Terus aja pulang malem, kaya ga punya rumah” itu tidak akan menyebabkan sang anak berubah menjadi baik dengan cepat.

Tetapi jika kata-kata yang keluar “ Kamu kemana aja nak.. kok pulang malam terus? Kamu nanti sakit loh.. Ibu/Mama/Bunda juga cemas setiap hari menunggu kepulanganmu, apakah selamat atau tidak?”

Justru dengan menggunakan kata-kata melunak seperti itu, akan mencairkan hati yang sudah mengeras seperti es.

Ketika seorang anak mencap dirinya sendiri adalah ANAK DURHAKA, maka dia sudah benar2 dalam kondisi yang terpuruk dan putus asa.

Ketahuilah bahwa, sedikit atau banyak, pujian yang hanya sebatas kalimat akan membuat sang anak menjadi merasa lebih berharga dan berarti, serta nyaman berada bersama kita.

Jangan lupa, setiap manusia diberikan hati oleh Sang Pencipta.

Jadi jangan buru-buru men “judge” bahwa sang anak tidak punya hati atau durhaka tanpa melihat lagi ke dalam diri kita sebagai orang tua atau orang yang dituakan.

Karena kemungkinan besar, seorang anak menjadi  bertambah liar karena tuduhan dan kesinisan dari orang tua juga

Berduka Dalam Tenang

August 26th, 2007 by erisanthi

Duka ini, Adalah duka yang tenang: Sepenuh kesungguhan aku menutup sepenggal episode kebersamaan Sepenuh kesadaran aku bangun dari sebuah mimpi kehidupan Sepenuh jiwa aku menguburnya dalam kenangan masa silam Sepenuh keyakinan aku mengantarnya pergi dari jalan panjang hidupku ke depan Aku berduka,dengan duka yang tenang: Atas keyakinan, kehilangan ini adalah wajar adanya Atas kepastian, proses hidup memang demikian jalannya Atas kepercayaan,esok kan datang yang baru :Aku berduka dalam tenang

Cintanya hanya Satu

August 16th, 2007 by erisanthi

Wanita hanya mempunyai satu cinta.

Dan cinta itu diberikan kepada suami yang sudah menjadi pilihannya.

Cinta wanita adalah “monoloyalitas”.

Satu cintanya untuk suami. Sekali hidup bersama suami, selamanya dia loyal kepada suami.

Sungguh betapa hebatnya kesetiaan seorang istri. Istri yang shalehah, dialah yang memberi semangat di waktu suami tidak bisa berbuat apa-apa, dialah yang memberikan dorongan maju saat suami hampir putus asa, dia rela berlapar-lapar saat suami tidak memberikan uang, dia rela membuang malu untuk mencari pinjaman atau hutang di warung saat suami menganggur.

Padahal kalau mau, istri bisa menuntut cerai karena tidak terpenuhi kebutuhannya, tetapi demi cintanya kepada suami, dia tetap tegar dan akan terus hidup sehidup dan semati bersama suami, mensyukuri apa yang diberikan oleh suami.

Begitulah kekuatan cinta seorang istri.

Sayang.. tidak semua suami ingat masa-masa penderitaan sang istri. Tidak semua suami menghargai pengorbanan istri.

Sekian puluh tahun hidup bersama istri dalam penderitaan, dalam suka dan duka, dilalui dengan penuh kesabaran dan kedamaian.

Tetapi ketika kini kehidupannya sudah berubah, perekonomian sudah berubah, posisi dalam masyarakat sudah berubah, popularitas makin tinggi, ternyata suami lupa pada masa-masa yang lalu.

Istri yang seharusnya mendapatkan penghargaan karena kesetiannya menjadi pendamping suami dan mengasuh anak-anak, tidak jarang justru disakiti hatinya.

Bukan pernyataan sumpah setia sehidup semati berdua yang dikatakan, melainkan keinginan “poligami” yang disampaikan, dengan berbagai alasan bahkan menuduhkan penyebabnya adalah istrinya itu sendiri.

Pertemuan itu

August 5th, 2007 by erisanthi

Tiba saatnya kembali ke jakarta.
Entah kenapa Fadel kali ini merasa akan merindukan kota ini. (Atau gadisnya?)
Sejak pertemuan dan perkenalannya dengan Laras, dia merasa tidak bisa menghapus bayang-bayang gadis itu dari benaknya.
Cara dia bertutur kata dan berjalan begitu halus dan teratur.
Rasanya dia tidak pernah menemukan sosok wanita yang seperti itu di jakarta.

Yah.. akhirnya dia berkenalan dengan gadis itu.. gadis manis penari tarian Jawa.
Seorang penari yang kuat hatinya, dan baik hatinya.
TIdak tega rasanya Fadel jika harus melihat tarian Laras bisa dinikmati oleh banyak orang yang notabene termasuk pria juga.
Rasanya ia hanya ingin menikmati tarian itu untuk dirinya sendiri.
Tapi Fadel bimbang.. bagaimana bisa ? Dia bukanlah apa-apa.
"Gue termasuk salah satu penggemarnya dia saja. Gue rasa, Laras ga suka juga ma gue." Gumamnya lesu sambil memandangi foto-foto gadis itu dalam berbagai pose yang sengaja diambilnya diam-diam.

Tiba di Jakarta.
"First Day in Jakarta again…" Gumam Fadel sambil menggigit roti sandwich nya
"Halo Bos! Gimana kabar solo? Katanya seneng ya disana." Sapa Akbar yang ditemuinya di lift.
"Biasa aja" Jawab Fadel sekenanya.
Bisa gawat kalo sampe Akbar tau tentang Laras. Gue bisa mati bediri di ledekin di depan bawahan gue lainnya.

Detik demi detik berlalu, jam demi jam terlewati.
AKhirnya tiba saatnya untuk pulang.
Tapi Fadel masih termenung di ruangannya sambil terus memandangi kamera digtal dan handphone nya yang hampir semuanya terisi dengan gambar gadis penari itu.
Pikirannya kembali melayang pada saat-saat dia melewati hari-hari di solo ditemani gadis itu, hingga tanpa sadar Akbar sudah membayanginya di belakang kursinya.

"EHem.. Poling IN LOp nih Bosss?"
Fadel tersentak. Hampir saja kamera mahalnya itu jatuh saking kagetnya.
"Astaghfirullah. Kamu ngapain disini? Kenapa belum pulang? SEjak kapan kamu disini?"
Yang ditanya hanya mesem-mesem saja dan mengambil kursi didepan meja bos nya.

"Gue bilang juga apa, Del!!DAh saat nya elu tuh membuka hati lagi untuk wanita lain. Dah lupain deh tuh si GIta. DIa udah bahagia ma suami n anaknya disana."
"Apaan sih loe?? LAras tuh cuma penari di hotel waktu itu. Karena tariannya bagus, makanya gue poto gitu!" Belanya.
"Ohh.. Jadi namanya LAras… Trus gimana, bos?? Dia ada respon positip ga ke elu? Dah samber ajaaa.. nanti keburu disamber oranggg" Goda AKbar.
"Gila loe! Loe tuh ngomong sembarangan, Gimanapun juga, gue tuh bos eluuuu!! SOpan dikit loooeeee!!! JAga Imageeeeeeeeeee!!!!" Fadel mulai kelabakan. AKbar hanya bisa tertawa.
"Katanya SLJJ mahallll… abis-abisin waktu, tenaga, pikiran dan segalanyaaaaaa.."
Akbar masih menggoda sambil menghabiskan gorengan yang tadi dibelinya.
"Yeee.. biar SLJJ juga yang penting setia, percaya dan perhatian tauuuu… Malahan lebih bagus SLJJ!! Ga terlalu banyak dosa nya. Ga pegang-pegangan atau apalah itu namanya. seperti yang biasa dilakukan orang pacaran jarak dekat ini!!!"
"Hahahahahahhaa… kalo mau yang lebih menjaga hati lagi… Lu nikahin tuh cewe !"
"Dah gue balik duluan, bossss…" Sela AKbar buru-buru pamit.

Fadel terdiam dan merenung..

Menikah..
Kenapa gue ga terpikirkan akan hal itu?
Tapi kenapa harus sama itu cewe?
Tapi apa gue jatuh cinte ma tu  cewe?
Kok bisa?
Cepet banged?

Ah tau ahhhh.. nanti aja gue pikirin lagi.
Gue belum shalat magribbbbbbbbbbbbbb