Archive for April, 2006

Kekasihku…

Friday, April 21st, 2006

Kekasihku…
Kita pernah mengalami masa masa sulit pada waktu dan tempat dan hati dan pikiran yang berbeda..
Kita pernah merasa sebagai seseorang yang sangat amat tidak berarti karena hal tersebut

Kekasihku..
Kita pernah menemukan jalan keluar
Dan kita bertemu disini..

Kekasihku…
Ingatlah masa lalu..
Bukan hanya utk dikenang..
Tapi untuk menjadikan cambuk bagi kita..
SEbuah semangat utk bisa menjadi lebih baik
Mengambil pelajaran dari kesalahan masa lalu
Dan memperbaiki diri

Kekasihku..
Kita adalah orang yang terbaik bagi kita masing masing..
Dirimu adalah yang terbaik yang diberikan Allah utk ku
Begitupun sebaliknya (sebenernya aku tdk merasa sebaik itu)

Kekasihku..
Kita bersama berjalan..
Untuk memperbaiki masa depan
Dengan mengambil pelajaran dari masa lalu
Mari Kita bersama saling mengingatkan dan
Memperbaiki diri..

Bukankah cinta itu tidak memanfaatkan?
Tapi cinta adalah saling menghormati, pengorbanan, menyayangi, memaafkan dan memperhatikan each other

Kekasihku..
Aku merindukanmu kembali saat kau mencoba memenangkan hatiku..

15 April 2006

Saturday, April 15th, 2006

Hari ini hari menyebalkan sekaligus menyenangkan bagiku..

Menyebalkan

Karena haree geennneee kerja????

Dah gitu banyak banged telpon dari customer ughh..

Kenapa sih customer ga pada tidur ato jalan-jalan gitu ke dufan L

Dah gitu ga bisa koneksi internet.. ga bisa telpun.. ughhh BETE!!!!!

Memang hanya indovision yg bisa begini.

Bukan yang lain ;p

Menyenangkan

Karena .. ehem..

Kekasihku tumben2an.. perhatian gitu dehhhhhh

Jadi maluuu guee.. ;p

Pengennya sih bilang.. ‘sering-sering aja’ gitu..

Tapi males ah (malu ding) ;p

Nanti disangka cewe kegenitan lagi igh .. ;p

Si doi lagi apa yahh..

Catatan Seorang Calon Ibu Rumah Tangga

Thursday, April 13th, 2006

Hari ini, tercatat tanggal 12 April 2006, dimulai lagi perjuangan rakyat Indonesia (yang kali ini dipelopori para buruh). Saya tidak mengerti. Permainan apalagi yg saat ini sedang dimainkan pejabat korup utk Indonesia? Apa yang mereka pikirkan?Apakah mereka masih menganggap kebodohan masih menghinggapi diri rakyat jelata Indonesia?
Sebagian benar, dan sebagian tidak. Toh, kenyataannya masih banyak rakyat yang pasrah dan hanya mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja tanpa memikirkan rencana utk masa depannya, dengan harapan mudah-mudahan besok masih bisa hidup dan makan. Tapi pada kenyataannya, banyak juga yg bertindak do today for a better tomorrow! Sayangnya, yg berpikir seperti itu sebagian besar adalah para koruptor itu. Mereka bisa berpendidikan tinggi dan meninggalkan sisi sisi kemanusiaan dan keagamaan, sehingga mereka dengan mudahnya menggunakan pemikiran dan rencana rencana tersebut hanya utk kemakmuran diri sendiri. So Selfish and disguisting!
Dan mereka malah menjadikan dan membuat imej kalau mereka adalah seorang hero yang berjasa pada negara, jadi wajar saja…
Memang wajar.. wajar jika Gus Dur katakan para anggota DPR seperti anak anak TK. Memang wajar… wajar karena mereka tidak beragama sehingga tidak tahu konsekwensi yg terjadi besok. Mereka tidak tahu kalau ada pengadilan  yang lebih tinggi daripada pengadilan boneka yang mereka buat-buat sendiri.
Mungkin mereka pikir, rakyat tidak tahu kalau adanya konflik politik yg saat ini sdg bergolak adalah suatu cara kotor mereka utk mengalihkan perhatian rakyat dari masalah sebelumnya (Soeharto cs). Suatu cara kotor dan menjijikkan yang sering dilakukan di masa Orba, halus dan tepat sasaran.
Soal masalah pergantian kepemimpinan yang selalu berakhir rusuh, kenaikan BBM yang selalu ada di setiap pergantian kabinet dan sekarang penjegalan kemakmuran buruh dan semakin makmurnya para investor dan pemilik usaha. Apalagi yg dapat dikatakan selain kita dapat melihat wujud orde baru di wajah reformasi (duh saya bingung, kabinet yg sekarang dinamakan kabinet apa ya?) saking banyaknya nama berbagai kabinet ‘rusuh’ di Indonesia. Apalagi namanya kalau tidak mengalihkan perhatian dgn pengendalian ekonomi?
Saya bukan praktisi hukum, saya bukan dosen sebuah universitas terkemuka di Indonesia, saya bukan (lagi) mahasiswa (sungguh saya sangat merindukan masa-masa sebagai mahasiswa), saya saat ini hanya karyawan sebuah perusahaan swasta dan calon seorang ibu rumah tangga (karena sebentar lagi kekasihku datang pada orangtuaku utk memintaku). Tapi saya menjadi saksi ketika tragedi 12 mei 1998, peristiwa trisakti, peristiwa poso (tidak langsung) tragedi 11 juli (PDI). Waktu itu saya hanya seorang siswa SMU. Pd tanggal 12 Mei, adalah hari lahir ibuku. Ibuku bukannya tertawa senang seperti kebanyakan org merayakan hari lahirnya, tp beliau malah menangis menyaksikan terjadinya kebakaran dimana-mana disertai kerusuhan dan penjarahan (dari televisi).
Saya melihat dan mencatat dalam memori..
Rakyat terlalu baik saat diinjak-injak oleh para hewan itu. Alam terlalu baik saat tubuhnya di cabik-cabik, bahkan diperjualbelikan tanpa malu oleh hewan-hewan itu. Dan saya mencatat.. silahkan teruskan saja hewan itu merongrong Indonesia, toh karena tekanan ekonomi juga mereka akan kembali digulingkan oleh rakyat, spt saat itu pernah terjadi.
Seperti saat ini SBY-JK memimpin. Saya lihat SBY adalah orang baik, tapi beliaunya terlalu baik dan banyak pertimbangan (spt bukan org militer). Saya lihat dia terlalu pasrah pada JK. Yang saya lihat seolah JK yang menjadi Pemimpin, bukan SBY. JK seperti benalu bagi Indonesia (ugh, tajam sekali kata kata saya ya?) . Dan disini, SBY bersikap terlalu lembut pada pemerintahan. Kesalahannya hanya itu.
Saya tidak tahu, apakah layak atau tidak, tapi saya berharap tulisan ini bisa di baca  para hewan  itu, yang selalu berpolah sombong dan tidak tahu malu. Bagi para  yang tersinggung, dengan tulisan ini atau dgn anekdot ‘BBM’ nya Taufik Savalas, patut dipertanyakan donk. Kenapa tersinggung dan ingin menutup mata kalau tidak merasa jelek?
Sekali lagi.. saya bukanlah praktisi hukum, pengamat politik atau dekan suatu universitas terkemuka Indonesia, dan bukan lagi seorang mahasiswa. Saya hanyalah karyawan perusahaan swasta dan calon seorang ibu rumahtangga yang merindukan masa-masa mahasiswa, merindukan Indonesia yang makmur tanpa di gerogoti dari dalam.
Duh, saya jadi memikirkan besok jika saya menikah nanti, melahirkan dan mendidik anak nanti. Saya akan mendidiknya dgn nilai-nilai agama dan perilaku islami. .

AH…HEWAN  AJA  GA  GITU,  KOK …

Wanita: Pujian, dan Suara

Thursday, April 13th, 2006

Sebentar lagi hari Kartini tiba. 22 April, entah kenapa rasanya hari-hari bersejarah dan berbau nasionalistik menjadi teramat berarti bagiku. Apakah ini pengaruh buku-buku sejarah yg disampaikan dalam catatan-catatan para pahlawan yg baru saja kubaca? Entahlah..
Hari pertama kubaca tulisan kartini. Surat pertamanya kepada keluarga Abendanon. Tulisan-tulisan yang memperlihatkanku akan keberadaan wanita saat ini dan sebelum ini.
Saya jadi berandai-andai, jika saya dgn kondisi saya sebagai seorang Risa dengan sifat dan sikap yang saat ini ada di diriku, dan jika saya ditakdirkan utk berada di jaman Kartini, mungkin saya akan bersikap seperti Kartini. Bersikap sebagai seorang penentang adat dan tradisi yang tidak perlu. Mencoba mendongkrak harga diri wanita dengan mengalahkan ego lelaki dan ‘pandangan miring’ dunia terhadap perkembangan wanita.
Tapi saya hidup di jaman ini, jaman baru yang dimana wanita sudah mulai boleh menunjukkan ‘taringnya’.  Saya sudah menunjukkan (dan melihat yg lain juga) bahwa sebagai wanita, saya bisa bekerja dengan optimal dan baik. Dikantor saya, bahkan, sang manager adalah seorang wanita yang menurut saya sangat tangguh dan saya sangat menghormatinya karena beliau masih mau menyapa bawahan (tidak seperti atasan lainnya, mungkin).
Dan saya seperti tidak mau kalah dengannya. Hal yang sangat saya surprised hingga saat ini adalah bahwa ternyata saya sudah dikenal dikalangan atasan sebagai nama lengkap saya atau nama alias saya di kantor. Pada awalnya saya sangka, saya dikenal karena terlalu cerewet,  rame, berisik dan banyak tingkah (memang suara saya juga besar dan melengking, sih) dan saya juga sering mempelopori sikap-sikap agak radikal seperti demo kecil-kecilan di kantor (masalah telatnya gaji pertama).
Tapi ternyata tidak juga, sering kali percakapan saya saat bicara dgn pelanggan di dengar dan di catat sebagai evaluasi,  alhamdulillah nilai-nilai saya baik (rata-rata A). Cara kerja saya pun simple dan cepat, dan saya tidak banyak tanya hal yang tidak perlu (katanya, loohh). Ya memang, saya tidak suka banyak bicara dalam bekerja (kecuali skripsi, susah banged!). Ternyata keberadaan saya disana dipertimbangkan oleh para atasan. Saya tidak tahu kalau mereka sering membicarakan perihal saya di belakang dan begitu pun pelanggan sering dengan jujur mengatakan mengenai suara merdu saya dalam melayani pelanggan.
Ah.. saya senang jika pekerjaan saya baik, terpuji dan dijadikan pertimbangan. Tapi saya tidak tahan pujian, karena saya seorang yang gr an. Dan saya takut saya menjadi besar kepala, sehingga pekerjaan saya berantakan smua. Sudah saya katakan, JANGAN PUJI SAYA, hanya kritik saja yang membangun utk saya. Karena selama ini saya belajar, saya selalu (merasa) di kritik jadi saya terus berusaha ‘membungkam’ mulut-mulut orang yang selalu mengkritik saya dengan menunjukkan kerja baik saya. Still worth it lah…
Kenapa wanita selalu di identikkan dengan kemerduan suara, kemolekan tubuh dan kecantikan rupa? Saya bingung.. harga seorang wanita bisa lebih dari itu. Tapi saya kecewa, sungguh kecewa krn setiap saya melihat sekeliling.. hanya itulah yang selalu mengitari wanita.. 
Saya jadi berpikir… Memang wanita selalu bisa survive dlm keadaan apa pun dan bahkan  kadang ide-ide terbaik sering datangnya dari wanita. Tapi jarang sekali wanita diserahkan tanggung jawab yang sama seperti pria. Hanya beberapa saja. Tapi bagi saya, hanya beberapa hal positif saja yang boleh saya ambil. Saya tetap akan dan HARUS menyingkronkan antara kebutuhan ‘berontak’ dan kebutuhan rumah tangga (kelak). Yah mungkin pikiran seperti itu juga yang akhirnya mengkungkung  every women in this world

Keluargaku sayang, keluargaku malang

Friday, April 7th, 2006

Aku pusing!!!

Pusing skali.. rasanya berputar putar saja masalahnya..

Oh Tuhan.. Apa yg telah Kau sediakan utk kami didepan sana?

kenapa berliku sekali jalan yg Kau berikan utk kami?

Tuhan.. aku selalu bersimpuh pada Mu..

Aku selalu berdoa padaMu..

Agar diberikan kemudahan, ketenangan dan keikhlasan..

Ya Allah..

apakah masih kurang ikhlas doa yg kami panjatkan?

Allah.. lebih baik aku terus mengabdi pada keluargaku sampai adik2ku mentas semua.. :(

Aku tidak tega melihat kondisi ibu bapakku yg seperti ini.

Allah..

Kumohon…

Bukakanlah hati-hati kami yg masih tertutup

Allah..

Berikanlah petunjukMu pada mereka..

Allah.. hanya satu pintaku pada Mu sekarang..

Utuhkanlah keluarga ku..

Bantulah kami..

Berikanlah pertolonganmu..

Semoga hamba termasuk golongan anak2 yg shalehah, sehingga

Kau bisa mengabulkan doa-doaku dan kami anak2 nya

Allah….

pada siapa lagi hamba memohon selain pada Mu?

Allah..

Saat ini hanya keluargaku yg kupikirkan..

Aku tidak akan memikirkan  yg lain lagi..

Aku tidak ingin menikah apalagi pacaran

Allah…