Latar Belakang Fadel
Tuesday, July 31st, 2007Untuk selanjutnya, blog ini akan berisi mengenai seorang Fadel.
Pemuda yang lumayan ganteng, lumayan gagah, lumayan tajir, lumayan berilmu, dan pengetahuan agamanya pun lumayan. He he. Yah Fadel itu lebih kepada sesorang yang lumayan low profile. Makanya dia wanti-wanti sekali agar profile dia dibuat serendah mungkin (tidak lebih dari 10 cm) hihihihi.
Alkisah dari lahirnya seorang Fadel
Dia lahir pada 30 taun lalu saat perang bergejolak (di ruang bersalin rumah sakit Harapan Kita). Hobinya adalah utak-atik computer, basket ball, bersepeda keliling perumahan, membaca dan tidur.
Dulu,
Jakarta adalah tempat tinggalnya bersama keluarganya, tapi setelah pensiun, Ayahnya memutuskan untuk pindah ke daerah saja. Tempat yang penuh ketenangan: Ngayogyokarto.
Nah, berhubung Fadel mempunyai pekerjaan yang sudah dikatakan mapan pada umurnya yang masih kepala 3 itu (sebagai manager di sebuah perusahaan banking swasta terbesar di
Jakarta ), akhirnya dia memilih untuk tetap di
Jakarta dan tinggal di kos. Seharusnya dia sudah bisa memiliki rumah sendiri, tapi memiliki rumah sendiri berarti harus mengisi juga rumah tersebut dengan perabot dan tagihan telepon, listrik, air dll yang akan semakin membuatnya pusing. Lebih lagi, tidak ada yang membantu untuk mengurus rumah itu. Menggunakan pembantu pun tidak efisien krn hanya akan menambah pusing pikirannya.
Bila melihat karakter wajah dan fisik, sudah barang tentu dia merupakan pria idaman wanita jaman kini. Hal itu sudah jelas terbukti pada banyaknya wanita yang pernah dia kencani, dan pernah menjadi pacarnya dari yang hanya cinta monyet sampai cinta buaya (katanya, buaya tuh setia pada pasangannya lohh) he he
Seharusnya saat ini dia sudah bisa menimang anaknya yang masih berumur beberapa tahun atau bermain di taman rekreasi bersama keluarga besarnya. Namun takdir berkata lain. Dia ditinggal kekasihnya yang sangat dicintainya. Kekasihnya akhirnya di jodohkan dengan pilihan orangtuanya karena Fadel terlalu lama menunda-nunda pernikahan. Tadinya dia tidak menyesal malah marah-marah pada pihak kekasihnya, kemudian kemarahan semakin bertumpuk dan akhirnya menjadi penyesalan di hatinya, karena ternyata ketika dia berusaha mencari wanita lain sebagai pelampiasan kemarahannya, dia tidak bisa. Lagi lagi hanya teringat pada kekasihnya itu seorang.
But anyway, pikiran dia sekarang sudah tidak lagi penuh dengan penyesalan. Yang ada dipikiran dia sekarang adalah bagaimana cara untuk terus maju ke depan tanpa terseok dan menjadikan masalalu sebagai pelajarannya di masa depan.
Karen a baginya, masa kini dan masa depan terbentuk karena adanya masa lalu, maka tidak mungkin bisa seenaknya saja kita menghapus masa lalu kita, hanya karena sakit hati di masa lalu (how optimist you are, Fadel!).
Yah.. sekarang disini lah dia bersama 3 orang sahabatnya yang juga sama-sama high quality jomblo, menghabiskan akhir pekan dengan karaoke di sebuah tempat karaoke milik seorang artis dangdut terkenal hanya utk sekedar menghibur diri.