ANAK DURHAKA
Kita sering diinfokan mengenai seorang “Anak Durhaka”
Lalu apakah definisi sebenarnya dari DURHAKA itu sebenarnya?
Ada berbagai versi yang menyebabkan seorang ANAK menjadi DURHAKA pada ORANG TUA Nya, tapi semuanya berujung kepada : Seorang anak yang membangkang dari kasih sayang orang tua, seorang anak yang seenaknya membentak orang tua.
Tapi sebenarnya hal itu terjadi bukan hanya karena dari dalam diri anak tersebut sudah ada bibit-bibit membangkang seperti itu
Durhaka bisa juga terjadi dari factor lingkungan (keluarga dan tetangga atau teman)
Lalu bagaimana jika seorang anak yang sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi tetap dianggap kurang, lalu sang anak merasa tidak Berjaya (minder) lalu menutup diri dan berusaha menyelesaikan semuanya sendiri.
Ada kategori dimana seorang anak menjadi bertambah nakal karena dukungan justru dari orangtuanya yang selalu menyudutkan setiap tindakan sang anak.
Ketahuilah, bahwa sindiran “Terus aja pulang malem, kaya ga punya rumah” itu tidak akan menyebabkan sang anak berubah menjadi baik dengan cepat.
Tetapi jika kata-kata yang keluar “ Kamu kemana aja nak.. kok pulang malam terus? Kamu nanti sakit loh.. Ibu/Mama/Bunda juga cemas setiap hari menunggu kepulanganmu, apakah selamat atau tidak?”
Justru dengan menggunakan kata-kata melunak seperti itu, akan mencairkan hati yang sudah mengeras seperti es.
Ketika seorang anak mencap dirinya sendiri adalah ANAK DURHAKA, maka dia sudah benar2 dalam kondisi yang terpuruk dan putus asa.
Ketahuilah bahwa, sedikit atau banyak, pujian yang hanya sebatas kalimat akan membuat sang anak menjadi merasa lebih berharga dan berarti, serta nyaman berada bersama kita.
Jangan lupa, setiap manusia diberikan hati oleh Sang Pencipta.
Jadi jangan buru-buru men “judge” bahwa sang anak tidak punya hati atau durhaka tanpa melihat lagi ke dalam diri kita sebagai orang tua atau orang yang dituakan.
Karena kemungkinan besar, seorang anak menjadi bertambah liar karena tuduhan dan kesinisan dari orang tua juga