NII
Wednesday, June 4th, 2008Kalau saya harus mengingat kembali kala itu
Saat saya ditawari untuk belajar "mengaji", rasanya jadi begidik ngeri sendiri dan lantas berucap "alhamdulillah, ga jadi ikut ngaji.."
Dulu kala,
Saat saya masih baru saja menyelesaikan studi SMA dan dalam masa peralihan ke Universitas, saya putuskan untuk mengisi waktu senggang yang ada untuk kursus dan membentuk suatu kepengurusan REMAJA MASJID di seputaran rumah.
Waktu itu, alhamdulillah kepengurusan yang kami bentuk bisa berakhir sukses dan solid saat mengadakan Pesantren kilat untuk pertama kalinya di Komplek (disamping ada berkah lain, banyak yg ketemu jodo di acara tsb loh bo)
Beberapa hari setelah acara selesai, Entah ada angin laut atau angin mamiri,
Tiba tiba ada kakak tingkat semasa SMP dtg menjenguk ke rumah dan dgn alasa "silaturahmi" minta diijinkan masuk ke rumah untuk sekedar "berbincang"
Awalnya si dia memulai dengan membicarakan seputar Pesantren kilat yang sdh dilakukan.
Perbincangan sangat manis bagiku (waktu itu)
Karena semua mengalir begitu saja tanpa kusadari bahwa pembicaraan sudah mengarah pada inti dari persoalan yaitu "bait bait AlQuran"…
Dan saya sungguh sangat terpesona (waktu itu) akan (seolah) daya hapalnya seorang senior di depan saya itu!
betapa dia bisa menyebutkan setiap ayat2 dlm Alquran (yg waktu itu dipilihnya) secara fasih,sih, sih….
Dan saya terpana (Waktu itu)!
Kemudian dgn mudahnya saya manut saya sewaktu diajak mengikuti pengajian yang diikutinya hanya agar hapal Al Quran dgn mudah.
Dan Hari Perjanjian itu pun di buat
Jam 9 hari sabtu, dia janji akan menghubungi saya untuk memastikan apakah esoknya bisa ikut pengajiannya.
Sbenarnya saya bermaksud untuk mengiyakan ajakannya,
tapi jauh sebelum saya iya kan, ibu saya tiba tiba saja melakukan kebiasaannya pada anak2 (NGOMEL2!!)
Dan ketika mendengar omelan sang ibu, serta merta senior saya langsung mengakhiri percakapan via telp tersebut dan tidk menghubungi lagi!
Saya bingung (waktu itu)
Karena bagi saya (waktu itu) berarti kehilangan cara untuk mengenal Al Quraan Lebih dalam.
Tapi itu tidak saya gubris terlalu lama krn sdh teralihkan oleh seabreg tugas yang diberikan oleh Ibu.
Hingga saat saya mendaftar di akademi gizi,
entah kenapa seorang ikhwan (yang saya taksir :D), senior SMA saya mau saja mengantar saya ke Blok M setelah saya menyelesaikan ujian di AKademi Gizi di Mayestik.
Senang sekali rasanya waktu itu bisa berduaan dgn senior itu (astaghfirullah) hingga mengalirlah cerita tentang senior SMP saya yang saya ceritakan tadi.
Entah kenapa dia menjadi concern sekali dan mengatakan "HAti hati, krn ada banyak komunitas yang mengatasnamakan Alquraan untuk menjerumuskan umat islam itu sendiri. Bisa jadi itu adalah umat NII"
dan kemudian dia bercerita ttg tata cara "perekrutan" anggota NII yang menyeramkan!!
Saya bengong,
Tapi kemudian bersyukur alhamdulillah
Ternyata ada hikmahnya memiliki seorang ibu yang melulu NGOMEL2 !!