Jalan-Jalan Fadel

August 2nd, 2007 by erisanthi

Aduh.. Jadwal meeting luar kota lagiiiii..

Training lagiiiiiiiii

Cape deeeeeee..

Duuhh kok gue mengeluh melulu sih??

Seharusnya gue seneng dooonggg.. kan bisa jalan-jalan gratis sekaligus rekreasi

Pokoknya harus tetap semangat!!

“Waahh.. jadwal meeting lagi bos? Di solo bos? Ati ati bos.. banyak cewe kraton disono” Selorohan Akbar tampaknya tidak menjadikan Fadel lega, malah membuat dia semakin senyum cabe : kriting!

“Cewe apaan sih Bar? Ada-ada aje luuu.. ngapain gue jatoh cinta di sono? Kaga da untungnyeee… lagian gue masih trauma Bar.. apalagi klo dapet orang sono beneran?? Beuhhh… SLJJ dahhh.. berat di ongkos berat dimana-mana, Barrrr!! Gak mikir luuuuuu..” Jawab Fadel sambil jitak kepala Akbar yang plontos itu.

“Kita lihat saja nanti!” Akbar hanya tersenyum nakal melihat reaksi temannya yang frontal itu.

Rabu, 1 AGustus 2007

Satu Jam menjelang, penerbangan sudah sampai di landasan. Fadel bersiap hanya tinggal menunggu jemputan yang akan memanggilnya dari pusat informasi bandara.

Dan akhirnya berangkat juga Fadel ke Kota Batik itu.

Dengan sarana pra sarana dari kantor, Fadel hanya tinggal membawa pakaian luar dalam beserta cs nya karena semua akomodasi dan transportasi sudah pasti disediakan oleh perusahaannya (first class pula).

Setengah jam berlalu, akhirnya sampai sudah Fadel di Lor Inn, salah satu hotel terbesar di solo.

Rencananya setelah bebenah dan mandi, dia akan jalan-jalan sebentar menikmati sore di kota Solo yang katanya banyak wanita ayu nya itu.

Fadel nyengir kuda mengingat ledekan temannya kemarin. “Ga mungkin gue ketemu cewe yang selevel ma gue disini. Paling pollll juga model – model lokal sini doing, itu juga mungkin tampang nya pas-pas an”

Tapi Fadel terpukau pada taman yang ada di hotel tersebut.

Fadel menggerakkan kakinya lebih cepat untuk mencapai taman itu. Matanya seperti tertuju pada sesuatu : Penari.

Aahh.. Fadel tidak  tau apa yang digerakkan sang penari

Tapi dia makin terpukau melihat gerakan tari gadis itu.

Begitu gemulai dan lembut…

Tanpa terasa Fadel sudah ikut duduk diantara kursi yang sudah disediakan untuk penonton tersebut.

Yah.. dia hanya bisa terbengong-bengong bahkan sampai musiknya selesai pun dia tetap bengong.

“Dik, maaf. Kami masih persiapan untuk pertunjukkan nanti malam. Kalau Adik tidak keberatan, Adik bisa menyaksikan lagi nanti malam”. Fadel terhentak seketika ketika sebuah tangan besar menepuk pelan pundaknya.

“Eh, iya Pak.. Maaf saya pikir sudah mulai acaranya….tariannya bagus sekali” Fadel mengeluarkan cengiran kuda nya yang khas sambil tengak-tengok mencari penari yang tadi begitu memukaunya.

“Adik mencari siapa?” tanya orang itu lagi

“Anu.. penari tadi kemana ya Pak?” Fadel nyengir lagi.

“Oh.. Laras maksudnya? Mungkin dia sudah kembali ke rumah nya lagi untuk persiapan. Rumahnya dekat sini kok Dik. Biasanya sebelum mentas, dia bantu-bantu simboknya dulu.” Fadel manggut-manggut bagai kerbau disungut.

Latar Belakang Fadel

July 31st, 2007 by erisanthi

Untuk selanjutnya, blog ini akan berisi mengenai seorang Fadel.

Pemuda yang lumayan ganteng, lumayan gagah, lumayan tajir, lumayan berilmu, dan pengetahuan agamanya pun lumayan. He he. Yah Fadel itu lebih kepada sesorang yang lumayan low profile. Makanya dia wanti-wanti sekali agar profile dia dibuat serendah mungkin (tidak lebih dari 10 cm) hihihihi.

Alkisah dari lahirnya seorang Fadel

Dia lahir pada 30 taun lalu saat perang bergejolak (di ruang bersalin rumah sakit Harapan Kita). Hobinya adalah utak-atik computer, basket ball, bersepeda keliling perumahan, membaca dan tidur.

Dulu,

Jakarta

adalah tempat tinggalnya bersama keluarganya, tapi setelah pensiun, Ayahnya memutuskan untuk pindah ke daerah saja. Tempat yang penuh ketenangan: Ngayogyokarto.

Nah, berhubung Fadel mempunyai pekerjaan yang sudah dikatakan mapan pada umurnya yang masih kepala 3 itu (sebagai manager di sebuah perusahaan banking swasta terbesar di

Jakarta

), akhirnya dia memilih untuk tetap di

Jakarta

dan tinggal di kos. Seharusnya dia sudah bisa memiliki rumah sendiri, tapi memiliki rumah sendiri berarti harus mengisi juga rumah tersebut dengan perabot dan tagihan telepon, listrik, air dll yang akan semakin membuatnya pusing. Lebih lagi, tidak ada yang membantu untuk mengurus rumah itu. Menggunakan pembantu pun tidak efisien krn hanya akan menambah pusing pikirannya.

Bila melihat karakter wajah dan fisik, sudah barang tentu dia merupakan pria idaman wanita jaman kini. Hal itu sudah jelas terbukti pada banyaknya wanita yang pernah dia kencani, dan pernah menjadi pacarnya dari yang hanya cinta monyet sampai cinta buaya (katanya, buaya tuh setia pada pasangannya lohh) he he

Seharusnya saat ini dia sudah bisa menimang anaknya yang masih berumur beberapa tahun atau bermain di taman rekreasi bersama keluarga besarnya. Namun takdir berkata lain. Dia ditinggal kekasihnya yang sangat dicintainya. Kekasihnya akhirnya di jodohkan dengan pilihan orangtuanya karena Fadel terlalu lama menunda-nunda pernikahan. Tadinya dia tidak menyesal malah marah-marah pada pihak kekasihnya, kemudian kemarahan semakin bertumpuk dan akhirnya menjadi penyesalan di hatinya, karena ternyata ketika dia berusaha mencari wanita lain sebagai pelampiasan kemarahannya, dia tidak bisa. Lagi lagi hanya teringat pada kekasihnya itu seorang.

But anyway, pikiran dia sekarang sudah tidak lagi penuh dengan penyesalan. Yang ada dipikiran dia sekarang adalah bagaimana cara untuk terus maju ke depan tanpa terseok dan menjadikan masalalu sebagai pelajarannya di masa depan.

Karen

a baginya, masa kini dan masa depan terbentuk karena adanya masa lalu, maka tidak mungkin bisa seenaknya saja kita menghapus masa lalu kita, hanya karena sakit hati di masa lalu (how optimist you are, Fadel!).

Yah.. sekarang disini lah dia bersama 3 orang sahabatnya  yang juga sama-sama high quality jomblo, menghabiskan akhir pekan dengan karaoke di sebuah tempat karaoke milik seorang artis dangdut terkenal hanya utk sekedar menghibur diri.

1st story bout fadel

July 29th, 2007 by erisanthi

“Gila tu orang kali ye, masa sampe ikutan gituan segala? Apa stok jodoh dah kurang di lingkungannye dia, kali ye?”

“Orang-orang yang aneh…….”

Fadel menghela nafas panjang sambil nyengir kuda ketika dia menyaksikan suatu ajang pencarian jodoh di SCTV.

Memang tidak habis pikir kenapa orang-orang itu begitu nekat memproklamirkan dirinya sebagai seorang jomblo yang haus kasih sayang dan belaian (nafsu syahwat) kalau hanya utk mencari seorang “pacar”?

Tapi kemudian Fadel melirik pada cermin yang menjulang disampingnya.

Fadel, jejaka setengah mateng yang sudah setengah mapan, yang juga setengah ganteng.. kenapa masih belum bisa mengenal wanita lagi ya setelah terakhir ditinggal oleh kekasihnya krn di jodohkan oleh orang tua sang kekasih.

Sekali lagi Fadel menghela nafas, berat dan terputus-putus, sambil ngulet dia berkata, “ Ah gue gak butuh itu cewe cewe kaya gitu.. yang pasti gue butuhin itu adalah.. seorang cewe yang mau jadi istri gue! Yak! ISTRI! Yang sholehah, yang bisa mencintai gue apa adanya gue”.

Kemudian dia mengepalkan tangannya ke atas sambil melompat, persissss kaya orang kesurupan (he he)

Ahad pagi.

Biasanya ahad pagi gini, ortu dah sibuk krang-kring dari kampungnya hanya untuk menanyakan kabar nya, dan pasti menanyakan : “Kapan Ibu dipertemukan dengan calon istrimu?” yang akhirnya hanya membuat Fadel senyum kecut sambil nungging-nungging di sofa kost nya.

“Tapi udah seharian ini kok ga da kabar dari ortu ya?”

“Jangan-jangan ada apa-apanya di rumah”.

Akhirnya Fadel memutuskan untuk menghubungi rumahnya dan berbicara sebentar dua bentar, ngalor-ngidul yang ending –nya malah membuat Fadel manyun kencur lagi.

“ Halaaahhh… nyeselllll gue nelponnn klo cuma ujung-ujungnya diteror lagi, terror lagi kapan kawin! Ugh.. Cape deeeeeeeeeeeeee” Fadel menghempaskan body nya yang memang bagus itu di sofa sambil menekan-nekan remote tv di ruang tengah kos dan menatap kosong pada tv yang seharusnya membuatnya tertawa dengan adegan komedi yang ditayangkan tv itu.

Berkali-kali dia hanya bisa menghela nafas.

Berat.

Kembali mengingat masa lalu nya.

Masa lalu.. Masa lalu..

Betapa memang jodoh, umur dan rejeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa Fadel menatap langit-langit ruang tengah sambil menghela nafas lagi..

“Kapan tiba giliran gue yang mencetak undangan atas nama gue dan samwan?”

Hatinya miris, pandangan sinis dan badan seperti teriris-iris.

Ikhtiar sudah, berandai-andai apalagi, berdoa selalu.. tinggal menunggu waktu yang tepat.

Akhirnya dia hanya bisa kembali menghela nafas panjang… teratur dan halus.. terbawa hingga mimpi menghinggapi tidurnya.

Berharap hatinya akan kembali tenang setelah terbangun nanti.

Wallahu’alambishshowab….

Lirik

July 25th, 2007 by erisanthi

Lirik.. lirik..

Aduh.. Mau buat lirik lagu kok Blank yah…

ada yang bisa bantu utk bait pertama?

Lupa kata kata

Lupa makna

Lupa jalan pulang

Lupa cara bernafas

(lewat atas apa bawah ya?) kekekekke

Proud of being my self

July 15th, 2007 by erisanthi

i might be not pretty as she is, i might be not clever as you are
I may be can’t have a nice true love story to tell like you two

But at least, i have a HEART that make me proud for being myself
i am PROUD of helping a person who RAN to me, begging, asking for my favor and support
and i still proud of being my self, EVEN when somebody leaves me when HE already on top…..

And i still be proud of being myself bcos I AM NOT the one who leave my friend when i already on top
Yes I’m still proud to be myself with my HUGE HEART….
i’d rather choose my “DOWN” Friend then keep them inside my heart,than CHOOSING somebody who wasn’t there for me in my bad times….

No I DON’T LIKE to have a friend or even a LOVER like that
My heart dont like to choose a lover that would come to me , JUST when i am on TOP, but
he/she leaves me when i am DOWN

Trully, that was a WORST people that GOD’s created in this world…

DO you AGREE with me?
If you dont, maybe you dont have it (read : heart)

The HEART won’t lie

Doa dan Harapan

July 12th, 2007 by erisanthi

Kini dalam doaku,slalu terucap..
Jikalau saja kami memang berjodoh..
Maka biarkanlah cintanya hanya utkku,
Agar kami selalu terjaga dalam hati dan pikiran.
Agar aku bisa merawat disaat sakitnya,
Agar aku bisa menjaga saat tidurnya,
Agar aku bisa mendukung saat2 terburuknya
Dengan kata2 penyejuk dan pelukan hangatku
Jikalau saja tidak ada jodoh..
Biarkan persahabatan ini tetap terjalin,
Semoga dia berhasil menggapai kembali pujaannya,
Dan aku akan tetap bdoa..
Smoga cintanya bisa melakukan apa yg pasti akan kuperlakukan padanya,
Memanjakannya..
Mendukungnya..
Dan mengingatkannya saat dia salah..

Begitu juga aku..

Amin ya rabbal ‘alamin :-)

Jalan Masih Panjang

July 11th, 2007 by erisanthi

Ketika saat-saat sedih datang menyesaki dada, aku banyak mengadu pada Allah dalam sholat-sholat malam yang panjang.

Aku tumpahkan seluruh beban dan air mata ini hanya kepada Allah. Sebab Dia sebaik-baik pendengar.

Dari apa yang kujalani, aku pun banyak belajar. Salah satunya adalah, bahwa akulah satu-satunya yang mampu membuat keputusan untuk hidupku, atas pertolongan Allah.

Bahwa sbenarnya, akulah yang paling mengerti apa yang ku butuhkan, apa yang kurasakan, apa yang harus kulakukan. Bahkan keluarga terdekat sekalipun, tak dapat sepenuhnya mengerti perasaanku. Akan ada masanya mereka merasa jenuh mendengar keluh kesahku, sementara masih begitu banyak yang ingin kukeluhkan, seolah tak pernah ada habisnya

Dari situlah aku mengerti, bahwa hanya dirikulah yang bisa mengendalikan perasaanku dengan cara bersabar dan bertawakal. Dan hanya Allah sebaik-baik tempat mengadu.

Ratu Plaza, this evening….

Ketenangan Jiwa

July 8th, 2007 by erisanthi

Semalam aku bermimpi berada dlm puncak gunung yg rasanya lamaaa dan susaaahh sekali kudaki! Bisa kurasakan nikmatnya walau dlm mimpi.. Tanda apakah itu? Apakah mungkin merupakan tanda bahwa Akhirnya.. Kutemukan ketenangan jiwa.. Kuraih smua yg ku citakan..ku harapkan.. Dan smua pengorbananku akhirnya berbuah hasil? Akan apa? Cinta?masa depan?karir?atau kalbu? Ah..kurasa itu masih mjd rahasiaNYA.. Biarlah tetap menjadi rahasiaNYA Stidaknya aku bsukur sudah bisa ikhlas,sabar.. Dan rela melepasnya.. Semua yg bukan utk ku.. aLL that not belong to me.. :-)

Kembalilah…

July 7th, 2007 by erisanthi

Semalam kau jujur katakan padaku, Semalam kudengar nafas legamu,

Aku turut senang.. AKu bisa merasakan.. Cintamu ada padanya, Senyummu ada padanya,

Kembalilah padanya.. Cintaku tdk memaksa, Cintaku realistis.. Kau tidak pernah bisa mencintaiku,walau kau membutuhkanku.. Cukuplah aku saja yg menyimpan cinta ini..

Sekeras apapun usahaku, Besarnya perhatianku padamu,tapi.. Cintamu tetap padanya.. Aku terlalu cinta utk membuatmu bimbang.. Kembalilah padanya REbutlah kembali cintanya, Walau dia tidak mencintaimu.. Jangan mengalah sepertiku Selama ini kau sudah berjuang, Sekarangpun pasti bisa!

Namun selamanya.. Kau yg tetap dihati.. Tlah kututup hatiku utk yang lain.. Walau hidupku kini hanya dlm kenangan dan angan saja.. AKu cukup puas bisa tetap mencintaimu Walau dalam hati saja… I LOVE YOU

Sebuah Kesuksesan

June 21st, 2007 by erisanthi

Hari ini gue ga kerja, rasanya malessss banged..
Gue ga tau kenapa jadi begini yaaaaaa
Yang gue tau, gue lagi merasa kehilang seorang yang dulu pernah sangat begitu dekatnya ma gue
Dan yang dulu sangat amat begitu perhatiannya sama gue..

Mungkin karena dia sibuk atau
karena sudah sangat sukses, jadi ga sempet mikir tentang gue lagi

Gue seneng sih..
akhirnya doa gue terkabul dan usaha dia ga sia sia
Tapi..
Akan lebih seneng lagi klo dia masih tetep perhatian ma gue seperti dulu
Sekarang
Gue merasa jauh ma dia, gue ngerasa ga kenal dia lagi

Gue kangen masa lalu itu
Apa dia merindukan masa itu, ga yah?
Masih inget gue aja, gue dah seneeeeng sekali

Joglo, in my last night home was